Surat Cinta
Kutulis surat inikala hujan gerimisbagai bunyi tambur yang gaib,Dan angin mendesahmengeluh dan mendesah,Wahai, dik Narti,aku cinta kepadamu!Kutulis surat inikala langit menangisdan dua ekor belibisbercintaan dalam kolambagai dua anak nakaljenaka dan manismengibaskan ekorserta menggetarkan bulu-bulunya,Wahai, dik Narti,kupinang kau menjadi istriku!Kaki-kaki hujan yang runcingmenyentuhkan ujungnya
Subscribe to:
Posts (Atom)
Blog Archive
-
▼
2013
(36)
-
▼
January
(36)
- Malam Sepi
- Cinta Itu...Menghargai
- Terima Kasih
- Ketika Ibu Menangis
- Ibu
- Harapan
- Surga
- Kecantikan Mu
- Kesedihan
- Saat Terindah
- Ibu
- Kegembiraanku
- Kenapa Aku MencintaiMu
- Seniman Terhebat
- Hidup Adalah Hadiah
- Kecantikan Sebenarnya
- Orang-Orang Miskin
- Sayangku
- pantun cinta
- PANTUN NASEHAT
- guru
- Ibu
- Puisi tuk kedua Orang Tua
- Selamat Ulang Tahun
- Sayangku
- Akankah Kamu?
- On the Grasshopper and the Cricket
- bumi tidak pernah mati
- Aku Diberkati
- Ciuman dari Kekasihku
- kata bijak
- FOKUS
- Aku Berada Kembali
- Aku
- JANGAN KAU HIRAUKAN
- IF TOU GO AWAY
-
▼
January
(36)