Puisi Tanpa Hela Nafas
Puisi Tanpa Hela NafasIngatkan akuYang aku di bumiTanah yang kuinjakAdalah akuBukan awan-gemawanPencipta wajah langitHanya sang pencintaDi bawah bayuLagi kerdilMelepaskan satu-satunyaMerpatiku terbangUntuk dia hinggapDi hati pujaanKurelakan panahMenusuk dari semua arahParah tiada erti lagiMenatap madahPada aksaranyaAku kalahLewat lelakikuAku pasrahMelihat dari jauhTak sekali mata kukelipTak
Subscribe to:
Posts (Atom)
Blog Archive
-
▼
2013
(36)
-
▼
January
(36)
- Malam Sepi
- Cinta Itu...Menghargai
- Terima Kasih
- Ketika Ibu Menangis
- Ibu
- Harapan
- Surga
- Kecantikan Mu
- Kesedihan
- Saat Terindah
- Ibu
- Kegembiraanku
- Kenapa Aku MencintaiMu
- Seniman Terhebat
- Hidup Adalah Hadiah
- Kecantikan Sebenarnya
- Orang-Orang Miskin
- Sayangku
- pantun cinta
- PANTUN NASEHAT
- guru
- Ibu
- Puisi tuk kedua Orang Tua
- Selamat Ulang Tahun
- Sayangku
- Akankah Kamu?
- On the Grasshopper and the Cricket
- bumi tidak pernah mati
- Aku Diberkati
- Ciuman dari Kekasihku
- kata bijak
- FOKUS
- Aku Berada Kembali
- Aku
- JANGAN KAU HIRAUKAN
- IF TOU GO AWAY
-
▼
January
(36)